Paiton (WartaBromo.com) – Pertemuan komunitas suporter sekolah yang digelar di Joe Cafe, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, berakhir ricuh dan berujung pada aksi penganiayaan, Senin malam (24/02/2025). Seorang dilaporkan terluka dalam acara yang diinisiasi oleh siswa SMAN Paiton itu.
Acara yang dihadiri siswa dan alumni dari 4 sekolah menengah atas, yakni SMA Negeri 1 Kraksaan, SMA 1 Gending, SMK Negeri 1 Kraksaan, dan SMA Negeri Paiton.
Awalnya acara yang mendatangkan band Reggae dari Malang itu, berjalan lancar dan kondusif. Namun, situasi berubah saat sekelompok pemuda yang tidak diundang tiba-tiba masuk ke area acara.
Ridwan (23), salah satu panitia seksi dokumentasi, menjelaskan bahwa kelompok pemuda tersebut diduga dalam kondisi mabuk. Mereka memaksa masuk walau tanpa undangan, meski sudah dilarang oleh panitia.
Panitia sudah menjelaskan bahwa ini acara internal, tetapi mereka tetap memaksa. Karena mereka ingin membuat onar, panitia pun meminta mereka keluar.
“Awalnya mereka pergi, tapi tak lama kemudian mereka kembali dan langsung memukul salah satu panitia. Kami juga tidak tahu kalau setelah kejadian di lokasi, keributan masih berlanjut di luar,” ungkap Ridwan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Paiton Aipda Romli, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang menyebabkan seseorang mengalami luka, diduga akibat senjata tajam. Sebab kisruh di Joe Cafe itu berlanjut di Desa Randu Merak. Di lokasi itulah, terjadi pembacokan.
Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari seorang saksi dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini kami sudah meminta keterangan dari satu saksi dan masih mendalami kasus ini. Korban juga sudah menjalani visum,” ujar Aipda Romli singkat.
Di sisi lain, Kepala Desa Jabung Candi, Duralem, mengungkapkan bahwa acara tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak desa.
“Kami dari pihak desa tidak menerima informasi atau pemberitahuan dari pengelola maupun panitia acara. Jika ada kejadian anarkis, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki insiden tersebut untuk mengungkap motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut. (aly/saw)