Selain Soal Macet, Cimory Diminta Tinjau Ulang Bangunannya

12199

Bangil (WartaBromo.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan soroti kontruksi tempat wisata Cimory Dairy Land (Cimory). Bangunan tempat wisata anyar di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan itu diminta ditinjau ulang lantaran tak sesuai rancangan awal.

Ketidaksesuaian itu ditemukan saat dewan melakukan telaah, terhadap rencana kontruksi awal yang diajukan.
Pada izin yang diajukan pada 2015 lalu, bentuk (arsitektur) salah satu bangunan di kawasan Cimory, ternyata berbeda dengan yang telah dibangun saat ini.

Penilaian kemudian ditunjukkan, bahwa dengan melubernya pengunjung, bisa jadi bakal berpengaruh terhadap kondisi bangunan.

Diungkapkan, gedung megah yang dimiliki Cimory saat ini dinilai memiliki daya tampung berkisar 300 orang, sementara wisatawan yang berkunjung bisa mencapai 1.000 lebih.

Belum lagi, gedung yang selesai dibangun pada 2019 ini, berdiri di kawasan perbukitan, bukan pada lahan datar.

Sehingga, dengan kondisi itu, pengelola Cimory diminta segera melakukan evaluasi dan peninjauan ulang. Penyesuaian konstruksi sebagaimana bentuk yang disorongkan dalam perizinan awal, sepatutnya segera dilakukan.

Soal perbedaan kontruksi ajuan itu,. diungkapkan juga oleh pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Kabupaten Pasuruan.

Malah, Plt Kepala DPMPPT, Hari Apriyanto meminta pengelola Cimory sesegera mungkin memperkuat konstruksi gedung yang dimiliki. Hal itu mendesak, karena sebagai langkah utama memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pengunjung.

“Juga harus dilakukan penyesuaian dokumen perizinannya,” kata Hari Apriyanto dalam pertemuan dengan pengelola Cimory yang difasilitasi Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (30/12/2019).

Penyesuaian dokumen perizinan tersebut di antaranya adalah segera menyusulkan perizinan analisa mengenai dampak lingkungan dan lalu lintas (Amdal Lalin).

Pasalnya, tempat wisata anyar di Kecamatan Prigen ini justru menjadi biang kemacetan. Pengguna jalan dan warga pun mengeluh, karena jalur utama menuju kawasan puncak Tretes-Prigen itu seakan jadi petaka, gara-gara macet.

Dalam dialog muncul informasi, banyak muncul parkir liar hingga kemacetan tak bisa lagi dapat diurai,. sehingga kendaraan menumpuk di seputar permukiman warga.

Artinya, upaya rekayasa lalu lintas justru telah memunculkan masalah baru di tengah masyarakat, sampai-sampai muncul banyak keluhan.

Dewan melalui Komisi I selanjutnya juga menyatakan permintaan kepada Cimory agar membangun lahan parkir lebih memadai.

Ketua Komisi I, Kasiman mengarahkan, Cimory bisa sangat mungkin membuka kerjasama dengan pihak lain, di antaranya Candrawilwatikta, untuk memanfaatkan lahan parkirnya.

“Angkutan umum salah satu korban kemacetan arus lalu lintas,” kata Kasiman menambahkan.

Baca: Jadi Biang Macet, Pengelola Cimory Dipanggil Dewan

Sejumlah permintaan maupun rekomendasi tersebut mendapat kesanggupan dari pengelola Cimory. Terutama soal evaluasi dan kaji ulang konstruksi bangunan, yang cukup tegas dicatatkan pada hearing siang menjelang sore tadi itu. (trn/may/ono)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.