Rembang (WartaBromo.com) – Setelah bertahun-tahun menanti janji manis tanpa realisasi dari pemerintah desa, warga Dusun Sembon Utara, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan akhirnya mengambil keputusan besar. Mereka iuran secara swadaya untuk membangun sendiri jembatan bambu yang sudah lapuk dan membahayakan.
“Pembangunan jembatan yang terbengkalai selama 5 tahun ini, akhirnya bisa kita bangun dengan menggunakan hasil dari swadaya masyarakat,” ujar Basuni, salah satu warga setempat.
Dalam aksi iuran ini, warga menyumbang dengan kemampuan masing-masing, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per orang. Hingga saat ini, sudah terkumpul sekitar Rp17 juta, yang sebagian besar digunakan untuk membeli material bangunan. Meski dana tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal, semangat warga tetap membara.
“Sebenarnya dananya juga masih kurang, tapi kami yakin sambil jalan pasti ada saja dermawan-dermawan yang mau nyumbang,” tambah Basuni.
Untuk menekan biaya, warga juga bergotong-royong, dengan tenaga tukang dan kuli yang disumbangkan secara sukarela tanpa bayaran. Pembangunan jembatan ini resmi dimulai pada Jumat, (4/4/2025) dengan antusiasme warga yang ingin segera memiliki akses yang lebih aman.
Keputusan untuk iuran ini diambil setelah kekecewaan mendalam terhadap janji-janji pemerintah desa yang tak pernah terealisasi.
“Enggak pak, kita udah kecewa sama pemerintah desa, makanya masyarakat kompak ambil keputusan untuk membangun sendiri,” tegas salah satu warga.
Sebelumnya diberitakan, jembatan penghubung antara Dusun Sembon Utara dan Dusun Tengah ini telah rusak sejak lima tahun lalu akibat banjir.
Selama itu pula, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang dibangun secara swadaya dan diperbaiki lebih dari lima kali.
Pemerintah desa sempat mengaku akan mengalokasikan anggaran, namun hingga kini pembangunan tak kunjung terealisasi. Kini, warga memilih jalan mandiri untuk memperbaiki nasib mereka sendiri. (yog)