Kraton (WartaBromo.com) – Warga dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi akses lalu lintas yang melintasi tujuh desa di dua kecamatan, yaitu Kraton dan Pohjentrek.
Jalan sepanjang tiga kilometer yang menghubungkan Desa Tambakrejo hingga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, menurut warga sudah hampir tiga tahun mangkrak tanpa perbaikan dari pemerintah. Kondisi jalan yang semakin memburuk memicu keresahan warga.
Muhammad Hafid (60), salah seorang warga setempat, menyampaikan kekecewaannya terkait dengan kondisi jalan yang tak kunjung mendapat penanganan.
Menurutnya, jalan yang dipenuhi lubang dengan variasi ukuran lebar dan kedalaman ini sangat berbahaya bagi pengendara. Selain itu, pohon-pohon tua yang tumbuh di sepanjang jalan juga menambah kekhawatiran warga.
“Setiap hari melintas, jalan selalu bergelombang. Banyak pengendara yang mengeluhkan kondisi ini,” ujar Hafid.
Hafid berharap pemerintah, baik setempat maupun provinsi, segera memperbaiki kondisi jalan dan memangkas pohon-pohon tua yang berpotensi membahayakan pengendara.
“Sebelum ada korban, tolong pohon yang sudah tua segera ditebang,” tambahnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Idris (63), warga lainnya. Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan di desanya sangat rusak, dengan lubang yang mencapai kedalaman 10-15 sentimeter dan lebar 30-40 sentimeter. Menurutnya, jalan yang rusak parah tersebut kerap menjadi penyebab kecelakaan.
“Sudah lama rusak, banyak orang jatuh. Selain itu, debu jalanan masuk ke rumah-rumah warga,” kata Idris.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan demi keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan lingkungan sekitar. (riz/yog)