Probolinggo (WartaBromo.com) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo melalui sektor sewa alat berat berhasil melampaui target selama 2 tahun berturut-turut. Meski begitu, pencapaian ini memicu kritik dari DPRD setempat yang menilai potensi pendapatan belum dioptimalkan.
Dalam laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, realisasi PAD sektor sewa alat berat tahun 2023 mencapai Rp 191,6 juta, melampaui target Rp 155,1 juta dengan persentase 123,54%. Pada tahun 2024, target PAD dipertahankan pada angka yang sama, yakni Rp 155,1 juta, namun realisasi tercatat Rp 165 juta atau 106,3%.
Menurut Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR, Ruli Nasrullah, capaian ini merupakan hasil dari optimalisasi pemanfaatan alat berat serta promosi yang lebih intensif.
“Kami secara rutin memantau dan menjadwalkan alat berat agar penggunaannya maksimal, baik untuk proyek internal maupun penyewaan kepada pihak eksternal,” jelasnya.
Ruli menambahkan, DPUPR juga aktif mempromosikan layanan sewa alat berat melalui berbagai saluran media, termasuk media sosial. Selain itu, pelayanan profesional dengan operator berpengalaman dan pemeliharaan alat yang rutin menjadi nilai tambah untuk menarik lebih banyak pelanggan.
“Kami tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada pelayanan yang berkualitas. Evaluasi rutin dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penyewaan dan menjaga kepercayaan para penyewa,” kata Ruli.
Pendapatan dari sewa alat berat digunakan untuk mendukung proyek pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, perusahaan-perusahaan lokal juga mendapatkan manfaat dengan mudahnya akses terhadap alat berat untuk menunjang proyek mereka.
Namun, tidak semua pihak sepakat dan pencapaian tersebut patut dipertanyakan. Abdul Basit, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari PDI Perjuangan, mengkritik target PAD yang dinilai terlalu rendah.
“Dengan beragam alat berat yang dimiliki, seharusnya pendapatannya bisa mencapai Rp 300 juta atau lebih. Apa yang dicapai selama dua tahun ini masih jauh dari potensi sebenarnya,” tegas Basit.
Sebagai seorang kontraktor, Basit mengaku telah memperkirakan besaran potensi pendapatan yang bisa dihasilkan. Ia berharap Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo berani menaikkan target.
“Harus ada penjelasan yang lebih rinci dari DPUPR soal angka ini. Pak Hengki perlu menjelaskan kenapa target hanya di angka itu, padahal potensinya jauh lebih besar,” tambahnya pada Senin (16/12/2024).
Basit menekankan pentingnya perencanaan yang lebih strategis untuk memaksimalkan potensi PAD dari sektor ini. Menurutnya, optimalisasi alat berat bukan sekadar soal pemanfaatan, tetapi juga tentang menetapkan target yang lebih ambisius agar dampaknya lebih signifikan terhadap pembangunan daerah.
Meski mendapat kritik, capaian PAD dari DPUPR tetap menjadi sorotan positif atas pengelolaan aset daerah yang efektif. Dengan strategi yang lebih matang, diharapkan kontribusi sektor sewa alat berat dapat terus meningkat, sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Probolinggo secara lebih optimal. (saw)