Gempol (WartaBromo.com) – Menyandang status sebagai desa wisata, Wonosunyo, Kabupaten Pasuruan dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satunya, pertambangan yang kian massif.
Terbaru, sebuah site kembali dibuka pemerintah setelah sebelumnya dikabarkan vakum. “Kami kaget, tahu-tahu sudah beroperasi,” kata Ketua GP Ansor Ranting Wonosunyo, M. Amin dalam sebuah diskusi yang digelar Jumat (15/12/2023) malam lalu .
Menurutnya, pembukaan tambang kontra produktif dengan status desanya sebagai desa wisata. “Ini kacau. Saat masyarakat bersemangat membangun desa wisata, tambang terus dibuka,”‘ujarnya.
Jauharul Luthfi, tokoh desa setempat mengamini hal itu. Pembukaan tambang seolah menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki konsep yang jelas terkait pembangunan ke depan.
Ia bilang, Wonosunyo yang dikelilingi kawasan hutan merupakan ekosistem penting bagi daerah di bawahnya. Karena itu, pembukaan lahan untuk tambang diyakininya berdampak pada daerah di bawahnya.
Diskusi yang berlangsung selama 4 jam itu diikuti puluhan peserta dari berbagai elemen. Selain GP Ansor, ada juga Karang Taruna, serta komunitas Gusdurian.
Mengawali diskusi, para peserta menggelar nonton bareng film dokumenter Surat Cinta dari Pantura yang diproduksi oleh Watchdoc. Diskusi berlangsung gayeng dengan menghadirkan Zulkarnain, sekretaris Badan Siber Ansor Jatim dan Asad Asnawi, jurnalis Mongabay sebagai pemantik. (asd)