Probolinggo (WartaBromo.com) – Sempat vakum selama pandemi covid19, Festival Seminggu di Kota Probolinggo, atau Semipro, kembali di gelar. Selain memberdayakan UMKM, dalam semipro kali ini Pemkot Probolinggo mengorbitkan batik lokal.
Batik lokal Kota Probolinggo sendiri, sejauh ini sangat beragam dan memiliki kualitas terbaik. Bahkan, pesona batik lokal Kota Probolinggo, bukan hanya bicara di masa kini saja. Pemerintah setempat sebelumnya telah terbang ke Belanda. Mengunjungi museum negara kincir angin itu, untuk melihat batik asal Probolinggo. Yang dibawa ke sana, ketika masa penjajahan Belanda.
“Semipro ini diadakan selama seminggu penuh, menyajikan aneka kuliner dan seni budaya lokal. Menjadi sarana untuk mengenalkan budaya dan edukasi pada masyarakat. Karena masyarakat Kota Probolinggo adalah warga pendalungan, dengan beberapa etnis di dalamnya. Termasuk mengenalkan batik lokal untuk go internasional,” jelas Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, Sabtu (08/07/2023) malam.
Dengan festival semacam ini, diharapkan mampu memupuk rasa kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama maupun antar etnis. Selain itu, sasaran utamanya adalah kebangkitan ekonomi masyarakat. Melalui pemberdayaan UMKM yang turut serta ikut andil dalam gelaran Semipro
Ada yang berbeda pada gelaran Semipro 2023 ini. Pemkot mengenalkan batik lokal, sebagai salah satu fokus utama promosinya. Menggandeng desainer kondang Jawa Timur, Lia Afif, batik lokal asal Kota Probolinggo akan tampil dalam event berskala nasional di Jakarta.
Yakni Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF). JFFF merupakan sebuah festival tahunan persembahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta bekerja sama dengan PT. Summarecon Agung Tbk., dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Kementerian Perdagangan RI.
Terobosan dalam semipro ini pun menuai kesan positif dari istri Wakil Gubernur Jawa Timur, sekaligus Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Bachsin.
“Tadi saya lihat, sedikitnya ada 20 batik lawasan, dengan motif dan corak yang indah. Ini perlu di apresiasi, bahkan saat ini, batik Probolinggo terkenal dengan kombinasi warnanya yang berani,” kata Arumi, dalam sambutannya.
Arumi juga berpesan, agar perajin batik dan desainer batik asal Kota Probolinggo tak ragu untuk berekspresi. Melihat potensi yang ada, batik asal Kota Probolinggo sangat mungkin untuk bersaing dengan batik lain di level nasional maupun internasional.
Mantan artis papan atas ini, juga mengapresiasi gelaran semipro. Menurutnya, terobosan dalam semipro sangat tepat dan mampu membangkitkan sektor perekonomian dan UMKM.
“Digelar saat anak-anak sekolah liburan, ini cukup menarik, karena bisa menahan orang tua dan anaknya, untuk tetap di Kota Probolinggo, tidak liburan ke luar kota. Sehingga perputaran uang masih berada di kota ini, dengan suguhan kuliner dan seni lokalnya,” ujarnya.
Gelaran Semipro sendiri berpusat di Alun-alun. Dengan aneka sajian kuliner UMKM setempat. Juga dapat ditemukan kuliner jaman dahulu (jadul) di area Kota Probolinggo Jadul atau tempo dulu.
Agenda lain dalam rangkaian Semipro, juga diadakan di lokasi lain. Seperti kerapan sapi brujul, kerapan kambing dan kerapan sapi merah, yang digelar di lapangan Jalan Progo, Wonoasih. Serta aneka gelaran seni lainnya. (ADV)