Pasuruan (WartaBromo.com) – Harga segala macam jenis telur di Pasar Tradisional, Kota Pasuruan mengalami kenaikan, Kamis (18/5/2023). Pedagang menyebut jika kenaikan harga telur dikarenakan faktor cuaca dan pakan hewan naik.
Dari pantauan wartabromo.com di Pasar Besar, Kota Pasuruan, harga beberapa jenis telur mulai dari telur ayam ras, telur ayam kampung, telur puyuh dan telur bebek naik. Diketahui, kondisi itu terjadi sejak 2 pekan terakhir.
“Usai hari raya itu, sekitar dua minggu yang lalu. Naiknya itu pelan-pelan,” kata Abdul Cholik (52), salah satu pedagang telur di Pasar tersebut.
Menurutnya, harga ayam telur ras sebelumnya berada di harga Rp26 ribu per kilogramnya, sekarang naik menjadi Rp32 ribu per kilogram. Untuk harga telur ayam kampung juga naik sekarang menjadi Rp2400, dengan harga sebelumnya hanya Rp1700 perbutir.
Kenaikan harga juga terjadi pada telur puyuh, dari harga sebelumnya hanya Rp30 ribu sekarang naik menjadi Rp37 ribu per kilogramnya. Sementara itu, untuk harga telur bebek saat ini juga naik
“Segala macam telur naik. Mungkin naik karena cuaca juga,” tuturnya.
Hal serupa juga diungkap oleh Lisa Yani (43), pedagang yang juga menyebut jika harga telur belum mengalami penurunan harga sejak dua pekan terakhir. Meskipun begitu, permintaan pembeli terus bertambah.
“Telur-teluran iya semuanya naik. Tapi permintaan pembeli terus bertambah,” kata Yani.
Oleh karenanya, ia berharap agar pemerintah segera bisa menstabilkan harga segala macam telur di pasar tradisional. Pasalnya, pembeli sudah banyak yang mengeluh karena harga telur belum mengalami penurunan.
“Harapannya segera stabil, paling nggak normal kembali, terlur ayam ras ini di harga Rp27 ribu per kilogramnya,” ujarnya.
Sementara itu, Riski Pramita, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan mengatakan, harga telur ayam sudah berangsur-angsur turun sejak dua hari yang lalu. Namun, pihaknya masih akan terus memantau harga telur yang masih cenderung tinggi di pasaran tersebut.
“Sudah mulai berangsur-angsur turun. Tapi, jika minggu depan harga masih cenderung tinggi kami akan operasi pasar, memantau harga,” kata Riski. (don/yog)