Pemerintah Rencanakan Relokasi 2.000 Rumah Korban Erupsi Semeru

627

Candipuro (WartaBromo.com) – Presiden Joko Widodo berencana melakukan relokasi 2.000 rumah korban erupsi Semeru. Sebab, lokasi rumah warga tersebut dinilai tak aman.

“Kemungkinan relokasi dari tempat-tempat yang kiranya berbahaya untuk dihuni kembali,” kata Jokowi dalam siaran persnya.

Berdasarkan data sementara, setidaknya ada 2.000 rumah warga yang akan dilakukan relokasi. Namun, data ini akan ditinjau kembali.

“Laporan kurang lebih 2.000 an rumah yang akan direlokasi. Ini segera akan kami putuskan di mana relokasinya. Akan segera kami bangun,” tambahnya.

Hal ini selaras dengan konferensi pers yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu. Pemerintah akan segera melakukan relokasi dan menyiapkan lahan. Proses koordinasi akan dilakukan pemerintah dengan Perhutani.

Sekadar informasi, Presiden Jokowi sampai di Lumajang sekira pukul 10.00 WIB. Ia kemudian bertolak menuju lokasi pengungsian di Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang.

Setelah itu Jokowi melihat kondisi Jembatan Gladak Perak yang putus. Sedianya kunjungan Jokowi berlanjut ke Kampung Renteng. Tapi secara mendadak dibatalkan, diduga setelah ada suara gemuruh dari Gunung Semeru. (may/asd)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.