Begini Resep Puskesmas Kanigaran Percepat Vaksinasi Difabel

889
“Percepatan vaksinasi pada masyarakat terus dimaksimalkan. Terutama di kalangan khusus, seperti lansia, ODGJ dan penyandang disabilitas. Puskesmas Kanigaran, punya resep khusus untuk mendapatkan atensi masyarakat itu. Salah satunya, terjunkan vaksinator cantik, sabar, telaten dan ulet, ke gang-gang kecil.”

Laporan: H Lailatuansyah, Probolinggo.

SALAH satu vaksinator itu adalah dr. Ike Yuliana. Ia terjun langsung demi tercapainya vaksinasi maksimal di masyarakat. Dengan telaten, dr. Ike memberikan edukasi pada masyarakat. Soal pentingnya vaksin di masa pandemi covid19 ini.

“Menghadapi masyrakat, khususnya ODGJ, Lansia dan berkebutuhan khusus, memang harus telaten dan sabar,” kata wanita berhijab itu, pada Rabu, 29 September 2021.

Menghadapi masyarakat dengan kebutuhan khusus itu, perlu kesabaran ekstra. Demi misi kemanusiaan dan tercapainya herd immunity melalui vaksinasi, dr. Ike tetap sabar dan telaten.

“Sesering mungkin memberikan pemahaman, tapi bukan merayu lho ya, agar masyarakat mengerti pentingnya vaksinasi untuk menghadapi pandemi ini,” sambung Ike.

Selain pemahaman soal vaksin, Ike juga tak hentinya kampanyekan disiplin protokol kesehatan. Dimulai dari 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi aktifitas di luar rumah. Karena cara itu, sejauh ini sangat efektif dalam menghadapi covid19.

Karena kesabaran dan ketelatenanya itu, capaian vaksin dengan target sasaran ODGJ, lansia dan penyandang disabilitas di Puskesmas Kanigaran mencapai 70 persen. Dari total 113 target vaksinasi dari kelompok tersebut.

Maryam, seorang lansia penerima vaksin mengaku sangat senang. Dengan keramahan, ketelatenan dan kesabaran vaksinator dari Puskesmas Kanigaran. Apalagi dengan adanya kabar negatif terkait vaksin.

Proses penyuntikan vaksin itupun, dilakukan di kediaman Maryam. Lansia dengan keterbatasan gerak sepertinya pun, sangat terbantu. Sejauh ini untuk berjalan, Maryam harus menggunakan alat bantu krek. Jika harus mengantri dan mendatangi posko vaksin, dirinya tak sanggup.

“Sebelumnya saya takut, kemudian diberi pengertian sama bu doker. Akhirnya berani, dan ternyata divaksin itu tidak sakit. Saya juga tidak perlu datang ke lokasi vaksinasi,” aku Maryam.

Di Kota Probolinggo ada 338 orang penyandang disabilitas termasuk ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sebagai penerima vaksin. Vaksinasi bagi komunitas itu, dilaksanakan secara door to door, untuk memudahkan penyandang disabilitas mendapatkan vaksin. Akhir bulan ini, ditargetkan sudah tuntas.

“Alhamdulillah untuk disabilitas itu sudah 77 persen dari jumlah semuanya sehingga capaian sudah luar biasa,” kata Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin beberapa waktu lalu.

Wali Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi atas capaian vaksinasi bagi disabilitas yang sudah mencapai 77 persen. “Saya mengapresiasi kerja tim vaksinator ini. Rela turun langsung ke lapangan. Masuk ke gang-gang untuk melakukan percepatan vaksin. Agar herd immunity segera tercapai,” ujarnya.

Bagi warga yang masih ragu-ragu untuk divaksin, Wali Kota Habib Hadi mengimbau untuk yakin dan segera vaksin. “Ini yang perlu kita imbau kepada masyarakat jangan ragu-ragu, ayo kita semua vaksin karena ini adalah bentuk ikhtiar untuk menjaga dan meningkatkan imun kita supaya bisa sehat dan tidak terpapar virus Covid-19,” imbaunya.

Wali Kota Probolinggo mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terlena. Meskipun Kota Probolinggo sudah masuk kategori risiko rendah. Warga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (*)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.