Probolinggo (WartaBromo) – Petani tembakau di Kabupaten Probolinggo didorong untuk segera menanam. Sebab, hujan yang merusak mutu tembakau diprediksi sudah turun pada Oktober mendatang.
“Kami sangat merekomendasikan petani untuk segera melakukan penanaman, setidaknya sampai akhir bulan Juni. Lebih dari itu, kami tidak merekomendasikan lagi untuk melakukan penanaman,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Mudzakkir kepada wartabromo.com pada Rabu, 26 Mei 2021.
Ia mengatakan, saat ini musim hujan sudah berakhir dan berganti ke musim kemarau. Sehingga cocok untuk dimulai penanaman tembakau. Jika petani tidak segera menanam tembakau, dikawatirkan mengganggu mutu tembakau rajangan.
Dengan masa tanam 3 bulan, maka masa panen akan jatuh pada Oktober. Nah, saat itu cuaca sudah berganti lagi ke musim hujan.
Rekomendasi tersebut juga bertujuan mengantisipasi jadwal tutupnya pembelian tembakau oleh gudang-gudang tembakau.
“Khawatir saat jemur nanti sudah masuk musim hujan. Yang kedua, kami ini belum mendapatkan informasi kapan gudang buka dan kapan gudang tutup. Jadi kalau memang mau tanam, jangan terlalu terlambat, cukup sampai bulan Juni,” tegasnya.
APTI, kata Mudzakkir, belum mendapatkan kabar akan adanya rapat koordinasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Rapat itu, biasanya diikuti oelh petani, pemilik gudang dan dinas, membahas persiapan penanaman tembakau kali ini.
“Kami belum mendapatkan informasi. Cuma kami asumsikan sama dengan tahun kemarin, Oktober sudah musim hujan lagi,” ujarnya.
Kepala DKPP, Mahbub Zunaidi menyebut pihaknya juga merekomendasikan petani untuk segera menanam tembakau. Karena kemarau tahun ini, diprediksi sama dengan kemarau tahun lalu, yakni kemarau basah.
“Dengan kemarau basah, tentunya ini menguntungkan bagi petani, karena kebutuhan air mereka sedikit lebih mudah dari kemarau biasanya,” terangnya. (cho/saw)