Menyulap Dolog, dari Kampung “Syur” Menjadi Kampung Anggur

2254
“Meski tak mudah, memupuk harapan bukan sesuatu yang salah. ‘Gemes Kangmas’, sebuah harapan supaya Dolog tak lagi jadi lokalisasi, melainkan kampung anggur yang asri.”  

Laporan: Arul Lumajang

SEJAK puluhan tahun lalu, perkampungan yang terletak di belakang Gudang Bulog, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang sudah dikenal masyarakat luas sebagai kawasan lokalisasi. Bagi sebagian masyarakat Lumajang, pasti sudah akrab dengan ‘Dolog’ yang menjadi nama lokalisasi tersebut.

Entah mulai kapan kawasan tersebut menjadi tempat persinggahan para penyedia jasa pemuas bagi pria hidung belang. Tidak ada yang tahu persis, sejarah tentang kawasan lokalisasi Dolog. Namun ada beberapa masyarakat yang mengatakan bahwa kawasan lokalisasi itu menjadi yang legendaris di Kabupaten Lumajang.

Di awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Indah Amperawati kompleks lokalisasi itu berkali-kali dirazia dan dibubarkan keberadaannya. Banyak yang terjaring dalam razia tersebut. Tidak hanya yang berasal dari Lumajang, namun juga dari Jember, Banyuwangi bahkan dari Bandung, Jawa Barat. Tahun 2019, kawasan lokalisasi tersebut resmi ditutup oleh Bupati Lumajang.

Eks lokalisasi Dolog sebenarnya tidak hanya di huni oleh penyedia jasa bagi pria hidung belang. Ada beberapa rumah tangga yang juga mendiami kawasan tersebut. Sebagian warganya, berprofesi sebagai pedagang, pekerja pabrik dan pegawai swasta lainnya.

Pada tahun 2019 lalu, eks lokalisasi tersebut telah diintervensi Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang untuk dijadikan pilot project Kampung Anggur. Bahkan, sempat beberapa kali Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarina Thoriq turun langsung menjalin komunikasi dengan warga sekitar dan meninjau pelaksanaan program Kampung Anggur.

Ning Farin, sapaan akrab Istri Bupati Lumajang tersebut menaruh harapan lebih atas keberadaan Kampung Anggur yang di awali dari RT 3 dan RT 4 Dusun Suko Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko. Ning Farin berharap, selain mampu meningkatkan perekonomian sekitar juga dapat merubah citra yang kurang baik, menjadi kawasan pemberdayaan masyarakat yang baik, serta mampu memberikan keamanan dan ketenangan bagi warganya.

“Saya yakin semua itu punya sejarah, sekelam apapun sejarah itu pasti kelak bisa keluar dari masa itu, asal ada niatan memperbaikinya,” ungkapnya saat pencanangan Kampung Anggur, dua tahun silam.

Setelah berjalan beberapa waktu, nampaknya Kampung Anggur tidak terlalu menghasilkan keberhasilan yang nyata. Oleh karena itu, pada Tahun 2021 ini Kampung Anggur mulai diaktifkan kembali dengan semangat baru dari jajaran Pemerintah Desa maupun Kecamatan Sumbersuko.

Camat Sumbersuko, Misjoko mengatakan bahwa program Kampung Anggur di eks lokalisasi itu merupakan hasil gagasan Kepala Desa Sumbersuko yang lama, Alm. Imron. Kemudian dibangkitkan kembali dengan semangat inovasi yang berbeda.

“Makna Angggur itu Anggun Giat, Unggul, dan Responsif, merupakan semangat perubahan demi terwujudnya tagline kampung anggur “Gemes Kangmas” yang adalah kepanjangan dari Gerakan Membangun Sumbersuko Kampung Anggur Mandiri Sejahtera,” ungkapnya.

Misjoko berharap dengan semangat baru Kampung Anggur nantinya mampu mengikis persepsi negatif yang terbentuk selama puluhan tahun di eks lokalisasi tersebut. Apalagi semua pihak digerakkan. Termasuk mantan preman dan orang-orang eks lokalisasi dolog.

Senada dengan Camat, Sekretaris Kecamatan Sumbersuko, Isaac Hardy Yuwono menambahkan bahwa konsep Kampung Anggur saat ini lebih meningkatkan nilai pemberdayaan melalui pendekatan. Olah karena itu, untuk mendukung keberhasilan program Kampung Anggur pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa dan jajaran OPD terkait, serta mengajak peran serta masyarakat setempat dalam program tersebut.

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.