Sukapura (wartabromo.com) – Masyarakat Suku Tengger di kawasan Gunung Bromo tetap akan menggelar ritual Yadnya Kasada pada 7 Juli 2020. Khusus tahun ini, ritual adat itu hanya dikhususkan bagi internal Suku Tengger, tanpa kehadiran wisatawan.
“Kasada tahun ini tetap berlangsung, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan karena dalam kondisi pandemi corona. Hanya berlaku bagi penduduk lokal atau internal Tengger,” kata Supoyo, salah satu tokoh adat Suku Tengger kepada wartabromo.com, Rabu, 10 Juni 2020.
Ia tak menampik jika ritual Yadnya Kasada merupakan magnet yang mampu menarik wisatawan nusantara dan mancanegara. Namun, demi kebaikan bersama, maka masyarakat luar tidak diperkenankan hadir.
“Ini hasil keputusan bersama. Namun, masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Kami sudah meminta Pemkab Probolinggo untuk mensosialisasikan hal itu,” ujar anggota DPRD Kabupaten Probolinggo itu.
Ritual Yadnya Kasada secara umum tidak banyak perubahan. Hanya saja, resepsi dan penobatan tokoh yang biasa dilakukan tiap tahun di pendapa agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura ditiadakan.
“Ritual sakral tahunan tetap digelar. Kalau resepsi dan penobatan tokoh, tidak ada,” tandas Supoyo.
Senada dengan Supoyo, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto, juga mengungkapkan hal serupa. Selain menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga memperketat keamanan. Melibatkan TNI-POLRI dan keamanan adat. Mereka akan memeriksa identitas warga yang akan masuk ke lokasi ritual. Jika bukan masyarakat Tengger, maka diharapkan untuk kembali.
“Dalam rapat bersama diputuskan akan memberlakukan penjagaan siapa saja yang hendak masuk ke wilayah Gunung Bromo. Disaring di cek poin menuju arah Bromo. Jika pada waktu normal boleh masuk, nanti tidak. Bagi yang mau datang, pasti diperiksa. Kalau bukan orang Tengger, maka harus kembali,” terang Bambang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Sugeng Wiyanto, mengatakan pihaknya tidak akan mempromosikan ritual Yadnya Kasada tahun ini. Meski Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur merencanakan Yadnya Kasada di Gunung Bromo sebagai pilot project New Normal.
“Tidak ada promosi. Hasil rapat kemarin adalah ritual itu khusus warga Suku Tengger. Kita harus menghormati keputusan bersama,” katanya. (saw/saw)