Angkutan Umum pun Kehilangan Penumpang Imbas Korona

1439

Pasuruan (WartaBromo.com) – Transportasi umum di Kabupaten Pasuruan tetap berjalan seperti biasa di tengah pandemi. Meski begitu, angkanya menurun drastis hingga 50 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, mengatakan, kebijakan stay at home menjadi salah satu penyebabnya.

“Dari data teman-teman yang di lapangan, kalau untuk angkutan lokal memang menurun hingga 50 persen,” ungkap Agus saat dihubungi WartaBromo.com, Sabtu (09/05/2020).

Kondisi yang sama juga terjadi pada angkutan antar kota seperti bus. Ia mengatakan, angkutan dari luar kota, seperti dari arah Surabaya maupun Malang relatif sepi.

“Apalagi sudah ada larangan mudik dari Pemerintah,” ungkap suami salah satu anggota Dewan Kabupaten Pasuruan ini.

Ia menambahkan, selain larangan mudik oleh pemerintah, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)  di beberapa kota juga menjadi penyebabnya.

“Seperti di Sidoarjo dan Surabaya. Mangkanya bus antar kota malah hampir gak ada yang lewat,” imbuhnya.

Namun, jika masih ada bus antar kota yang tetap lewat dan menurunkan penumpang pihaknya sudah menyiapkan pos screening. “Untuk yang luar kota dijaga dengan pemeriksaan di pos-pos screening yang sudah kami siapkan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Dishub telah menyiapkan 7 titik lokasi screening. Dua diantaranya berada di terminal Pandaan dan Stasiun Bangil.

Sedangkan 5 pos lainnya, masing-masing dipasang di exit tol Purwodadi, exit tol Pandaan, Pos lantas arteri Gempol, exit tol Grati dan arteri Sedarum Nguling.

“Di pos selain ada petugas keamanan dan Dishub, juga ada petugas kesehatan. Dimana tenaganya kami minta dukungan dari Puskesmas setempat,” pungkasnya. (nul/asd)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.