Pasuruan (WartaBromo.com) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya telah diberlakukan pada Selasa (28/04/2020). Kebijakan ini berdampak pada pengoperasian bus di Pasuruan.
Salah satu perusahaan bus yang bermarkas di Kota Pasuruan, PO Ladju, bahkan telah memberhentikan seluruh armada yang dimilikinya.
Staf bagian umum PO Ladju, Rusjayadi menjelaskan, sejak Covid-19 menyebar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, penumpang bus mengalami penurunan yang signifikan.
“Puncaknya beberapa hari sebelum PSBB. Dan ketika PSBB diberlakukan, semua armada kami berhenti beroperasi,” terangnya.
Ada sekitar 100 armada Bus Ladju yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Timur yang mandek. Bahkan, menurut Rusjayadi, untuk Bus Patas sudah tidak jalan sejak akhir bulan Maret kemarin.
Sementara itu sopir Bus Ladju, Abdur Rahman (70) mengeluhkan penurunan penumpang yang bisa diangkutnya sangat menurun bahkan lebih dari 50%. Sebelum wabah ia bisa mengangkut 40 penumpang dalam sehari.
“Semenjak ada corona bahkan pernah cuma 2 orang,” kata Abdur Rahman.
Pantauan WartaBromo di Terminal Untung Surapati pada Kamis (30/04/2020), tidak ada bus besar yang melintas. Hanya ada beberapa bus kuning jurusan Pasuruan-Mojokerto yang parkir, tanpa penumpang.
Kebijakan PSBB di tiga kota/kabupaten yakni Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo mulai diberlakukan pada sejak tanggal 28 April hingga tanggal 11 Mei 2020. (tof/ono)