Cinta Pertama

1185

Sebenarnya waktu kali ketiga Inor melamar ke rumahnya, Sulistyowati sudah dalam keadaan hamil. Mengetahui itu Inor bertekad mengawininya bulan depan, apapun risikonya. Namun peristiwa berdarah ’65 menyebabkan tekad itu batal.
Karena takut aib, Sulistyowati pun meminta bapaknya agar mencarikannya jodoh. Entah bagaimana caranya, 3 bulan kemudian Sulistyowati menikah. Si lelaki itu, suami Sulistyowati, sampai sekarang menganggap perkakasnya istimewa. Sekali tembak langsung jadi.

Di depan rumah melintas rombongan anak-anak sekolah. Hari hampir asar ketika Inor berjalan dua langkah melewati ambang pintu. Sulistyowati langsung menutup pintu, tanpa mengucapkan salam atau apapun sejenisnya. Pertemuan itu, entah mengapa, berlangsung sangat biasa saja. Tahun-tahun sulit dan trauma sepertinya berhasil mengubur cinta mereka berdua. Bahkan Inor tidak terpikir menanyakan nama anaknya.

Ia menghampiri si tukang ojek, minta diantar ke penginapan terdekat. Tukang ojek mengantarnya ke sebuah hotel yang tidak jauh dari stasiun. Merasa gerah, sampai hotel Inor langsung mandi. Di dalam kamar mandi ia mengulang-ulang menyanyikan lagu Gendjer-Gendjer karangan M. Arif, teman baiknya di Lekra dulu. (*) ke halaman awal

 

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.