Kasus Kusta, Pasuruan Rangking 4 se-Jatim

1252

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kabupaten Pasuruan sepertinya harus berikan perhatian serius tangani kusta. Sebab, Pasuruan termasuk lima besar penderita kusta terbanyak se-Jawa Timur.

Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat, sampai 11 Januari 2019 lalu, terdapat 2.610 penderita tersebar di 38 kabupaten/kota.

Rekaman data itu mengungkapkan, Kabupaten Pasuruan berada di peringkat 4 tertinggi. Jumlahnya tidak main-main, mencapai 193 penderita kusta.

Selanjutnya disusul Kabupaten Lumajang yang menemukan 171 penderita, lalu Probolinggo dengan 125 orang diduga telah terjangkiti kusta.

Data yang dinukil dari AntaraNews ini didapatkan keterangan, penderita kusta di Jawa Timur paling banyak berada di Madura. Rinciannya, sebanyak 381 orang di Sumenep, 232 orang di Sampang, dan 207 orang di Bangkalan.

Secara keseluruhan, Dinkes Jatim menegaskan, status penderita kusta di provinsi paling timur Pulau Jawa ini sudah pada titik eliminasi provinsi. Pravalensinya kurang dari 1/10.000 penduduk, tepatnya 0,9 persen.

Segala upaya mengurangi jumlah penderita penyakit kusta pun diupayakan, salah satunya dengan cara menemukan kasus kusta sejak dini.

Bilamana ditemukan, ikhtiar pengobatan dilakukan, dengan tetap berusaha berikan pemahaman hingga meluruskan adanya stigma negatif pada pasien kusta.

Di sisi lain, Kabupaten Pasuruan yang nangkring di posisi 4 terbanyak penderita kusta ini, cukup menjadi perhatian sejumlah pihak.

Tak terkecuali Ratna Indah Kurniawati (40), seorang perawat Puskesmas Grati.
Kepada WartaBromo, awal pekan lalu Indah mengatakan, telah memilih jalan altruisme, berbagi waktu berikan perhatian terhadap penderita kusta sejak 2010 silam.

Dari upayanya itu, sampai tahun ini, sudah ada 400 pasien kusta telah ia tangani.

Dengan beragam upaya, sudah ada 50 orang di antaranya telah mentas dari penyakit kusta. Meski demikian puluhan orang itu, masih dalam program pendampingan, agar lebih berdaya.

Dari berbagai sumber, kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang sebenarnya dapat disembuhkan. Infeksi ini terutama menyebabkan lesi kulit hingga kerusakan saraf.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan menyebutkan, kusta merupakan infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Secara fisik, orang terinfeksi kulit, mata hidung, dan saraf perifer akan mengalami kerusakan atau cacat.

Kerusakan itu dimungkinkan, bilamana kusta tak dilakukan penanganan penyembuhan secara serius. (tof/ono)

.

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.