Santri Probolinggo Bawa Pulang Emas Pospenas

479

Probolinggo (wartabromo.com) – Lukmanul Hakim (16) disambut haru saat menapakkan kaki di Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Sebab, ia meraih medali emas dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) 2019.

Ya, santri yang mewakili Jawa Timur itu, mampu menjadi yang terbaik dalam cabang olahraga (Cabor) Atletik Tolak Peluru. Dalam lomba yang dilenggarakan di Bogor, Jawa Barat pada 30 November 2019, Lukmanul mampu melempar bola besi 5 kg sejauh 12,39 meter.

Lemparan itu mengungguli atlet dari DI Yogyakarta (12,10 m) dan Kalimantan Barat (11,54 m).

“Alhamdulillah, sampai saat ini ada rasa percaya dan tidaknya, saya membawa pulang medali emas. Karena yang ikut dalam ajang Pospenas ini seluruh Pesantren di Indonesia,” kata santri yang masih duduk di bangku kelas XI SMA itu.

Ia mengatakan tak ada persiapan khusus dalam menghadapi Pospenas yang digelar pada 25-30 November itu. Hanya saja dalam 2 pekan sebelum Pospenas, latihan sudah mulai ia intensifkan. Selain berdoa dan berzikir yang sudah menjadi rutinitasnya sebagai santri.

“Persiapan khusus tidak ada, tapi dalam latihan, pengembangan ototnya memang saya genjot. Sempat tidak menduga kalau akan meraih juara satu. Karena kalau melihat dari lawannya, cukup berat,” tutur putra pasangan suami istri (Pasutri) Sujono dan Nurhayati itu.

Tentu saja, raihan prestasi tersebut, membuat kedatangannya disambut meriah oleh rekan-rekannya. Termasuk pengasuh Ponpes Darut Tauhid, KH. M. Syakur Dewa bersama sejumlah pejabat daerah. Tepuk tangan para santri dan bacaan selawat mengiringi kedatangan atlet yatim itu.

“Sudah beberapa kali keluar sebagai juara, tapi dalam ajang lokal. Sehingga kami dari pihak pesantren terus memberikan dukungan, agar dia terus mengembangkan bakatnya. Alhamdulillah sekarang juara satu nasional,” tutur Gus Dewa.

Gus Dewa berharap santrinya itu terus berlatih dengan tekun. Agar lemparannya lebih jauh dan bisa masuk dalam PON. Lebih-lebih bisa tampil dalam ajang bergengsi, seperti Sea Games, Asian Games, bahkan Olimpiade.

“Kami akan coba cari peluang yang lainnya. Nanti dari pihak pesantren juga akan memberi bonus, berkat prestasinya. Biar dia bisa terus semangat dalam menekuni bakatnya. Terlebih anaknya memang dari keluarga kurang mampu,” tandas kiai muda itu. (cho/saw)