Benarkah Tuak Minuman Mengandung Alkohol yang Berkhasiat?

4399

Pasuruan (Wartabromo.com) – Siapa yang tak mengenal Tuak. Minuman beralkohol khas Indonesia ini umumnya dikonsumsi masyarakat Batak di Sumatera Utara saat perayaan dan acara-acara khusus.

Nah, belakangan ramai disebut, tuak dapat menjadi terapi untuk narkoba. Sebenarnya, adakah manfaat tuak sebagai salah satu produk yang mengandung alkohol?

Berdasarkan bahan dasarnya, tuak ada beberapa jenis. Ada yang terbuat dari nira aren dan kelapa, ada juga yang merupakan hasil fermentasi buah-buahan dan beras.

Rasanya pun cukup variatif. Mulai dari tingkat manisnya rendah, tinggi sampai ada yang rasanya pahit. Itu bergantung pada penggunaan kadar gula pada proses fermentasi.

Namun, apabila ada tuak rasanya asam, artinya, tuak itu kualitasnya buruk. Hal itu disebabkan adanya bakteri lain yang masuk dan menghasilkan asam laktat.

Nah, selain variasi bahan dasar dan rasa, kandungan alkohol dalam tuak juga bervariasi. Mulai dari lima hingga 20 persen.

Mengutip dari kompas, meski mengandung alkohol, tuak ternyata dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, tuak mengandung antioksidan dan vitamin C.

Selain itu, tuak juga diklaim mampu mengatasi penyakit ginjal dan dapat menyegarkan tubuh. Tuak yang dimaksud adalah tuak asal Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, yang terbuat dari bunga pohon aren yang disadap.

Nah, tak sampai disitu, dalam Journal of Experimental and Clinical Anatomy, tuak disebut mampu meningkatkan produksi dan pengeluaran ASI. Tak heran, tuak sering ditambahkan dalam produk atau obat herbal.

Meski berkhasiat, konsumsi tuak juga harus dibatasi. Jangan terlalu banyak meminum tuak, utamanya bagi pria.

Terlalu banyak minum tuak dapat menyebabkan penurunan fungsi testis akibat turunnya kadar testosteron, motilitas sperma, dan viabilitas sperma. (bel/may)