Dipicu Pembagian Undangan Memilih, Warga Rowogempol Ramai-ramai Wadul Polsek

542
Sejumlah petugas pengamanan Pilkades Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan standby di lokasi pemungutan suara. Foto: Taufik

Lekok (WartaBromo.com) – Proses persiapan Pilkades Rowogempol, Lekok, sempat memanas pada Jumat (22/11/2019) malam. Kondisi itu dipicu kesalahpahaman pembagian surat undangan mencoblos.

Dari sejumlah keterangan terungkap, suasana memanas itu setelah massa pendukung Cakades Fuad dan Cakades Muhammad, terlibat percekcokan.

Ketua panitia Pilkades Rowogempol Nurul Hidayat menuturkan, massa pendukung Fuad, malam itu, mencurigai panitia Pilkades tidak netral karena yang membagikan surat undangan tersebut bukan dari pihak panitia.

Dijelaskannya, saat itu surat undangan untuk hadir ke TPS itu disebarkan oleh petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), bukan langsung oleh panitia Pilkades Rowogempol.

Padahal, menurut Nurul, panitia Pilkades memang memberi kewenangan kepada petugas KPPS untuk membagikan surat undangan. Hal itu dilakukan sebagai cara berbagi tugas, agar undangan dapat tersebar.

Petugas KPPS sendiri terdiri dari 5 orang, berasal dari kader desa dan perangkat RT.

“Memang kami dibantu oleh KPPS. Dengan jumlah DPT 7.300, harapannya supaya surat undangan cepat terdistribusi,” ujarnya.

Pendukung Fuad juga sempat merampas tas petugas yang berisi surat undangan tersebut, yang kemudian dibawa ke Polsek Lekok untuk ditunjukkan sebagai barang bukti kepada polisi.

Beruntung dua pendukung berhasil dipertemukan, dimediasi oleh kepolisian bersama panitia Pilkades. Dalam prosesnya, kedua massa pendukung sudah mendapatkan penjelasan sehingga keributan pun tak berlanjut.

“Sekarang sudah aman. Tadi malam bikin surat pernyataan bermaterai ditandatangani dua pihak,” ujar Nurul Hidayat. (trt/ono)