Instagram Hapus Jumlah Like, Begini Faktanya

581

Pasuruan (Wartabromo.com) – Sebagai platform berbagi foto dan video, Instagram memiliki fitur like. Namun, baru-baru ini Instagram mulai sembunyikan jumlah like dan berlaku di beberapa negara termasuk Indonesia.

Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Instagram yang memiliki banyak pengguna, menilai, fitur like dapat memberikan tekanan psikis pada penggunanya.

Jadi, para pengguna yang mampir, nantinya tidak dapat melihat jumlah like pada postingan. Pengguna hanya akan melihat ‘like by’ satu username ‘and others’. Satu-satunya orang yang bisa melihat jumlah like adalah pengunggah postingan.

Dikutip dari Liputan6, fitur ini dibuat sebagai pertimbangan agar pengguna fokus pada postingan. Bukan jumlah orang yang menyukai postingan.

Nah, dibalik hilangnya jumlah like di Instagram, Wartabromo merangkum fakta menarik yang perlu diketahui. Berikut uraiannya.

1. Bertujuan menekan “kompetisi” jumlah like

Menurut Instagram, menghilangkan tampilan jumlah like, merupakan salah satu upaya agar dapat mengubah mindset ‘Do it for the gram‘. Jadi, ‘kompetisi’ jumlah like di Instagram dapat ditekan. Sehingga, orang bisa bebas merasa nyaman mengekspresikan diri sendiri

Kedepan, Instagram juga bakal mengeluarkan fitur baru berbasis Artificial Intelligence (AI). Fitur ini berfungsi untuk mengingatkan pengguna ketika komentar bersifat kasar dan berpotensi menyerang orang lain.

2. Mengurangi depresi & penyakit mental

Dalam Journal of Social and Clinical Psychology disebutkan, penggunaan media sosial dapar memberikan dampak rasa kesepian bahkan depresi. Sampai-sampai, beberapa peneliti menuding media sosial menjadi slaah satu biang penyakit mental.

Pengguna akut, biasanya tidak dapat bersosialisasi dengan baik di kehidupan nyata. Mereka cenderung merasa kesepian, lantaran terlaku asyik dengan dunia maya.

“Perang” jumlah like pasti ada di benak mereka. Apabila tidak berhasil mendapatkan like, bisa jadi memicu depresi.

3. Menuai Pro Kontra

Uji coba menghilangkan jumlah like di Instagram, bukan hal mudah. Pro kontra jelas mewarnai kebijakan ini.

Bagi para influencer, jumlah like di postingan sangat penting. Semakin banyak like, maka semakin besar pula peluangnya untuk mendapatkan tawaran iklan. Jumlah like juga dianggap menjadi kesuksesan sebuah postingan. Hal inilah yang dinilai harus diputus mata rantainya.

Di sisi lain, tak sedikit pula yang mendukung kebijakan menghapus jumlah like. Sebab, kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong pengguna lebih kreatif dalam membuat konten berkualitas. Bukan hanya sekedar berlomba-lomba mengejar jumlah like.

Jadi, bolo tim pro atau kontra nih? (bel/may)