Mati Lampu Menjadi Sorotan Dewan Probolinggo

2014

Probolinggo (wartabromo.com) – Maraknya pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Probolinggo menjadi sorotan dewan. Para wakil rakyat meminta pihak eksekutif segera menghadirkan pejabat PLN untuk mencari solusinya.

Dari catatan yang dimiliki anggota dewan, kondisi terparah terjadi pemadaman berada di Kecamatan Banyuanyar dan Tegalsiwalan.
Di wilayah ini, pemadaman listrik di area layanan PLN Rayon Probolinggo itu, dinilai sudah di ambang batas normal.

“Kami banyak mendengar keluhan dari warga di sana. Tidak ada hujan, tidak ada angin, tidak ada pohon tumbang, eh listrik mati. Matinya pun berjam-jam bahkan lebih dari sehari. Ini tentu mengganggu aktivitas warga,” kata Muad, ketua Fraksi PKB.

Dari laporan dan keluhan warga itu, ia berharap PLN bisa hadir memberikan penjelasan dan mencari solusinya.

“Kabupaten Probolinggo ini kan punya PLTU Paiton, tapi malah rakyatnya belum bebas dari listrik padam. Sekarang era serba listrik, rakyat bergantung pada aliran listrik,” tambah pria berdarah Arab itu.

Hal senada juga diungkapkan Slamet Riyadi, anggota Fraksi PPP. “Saya sendiri selaku warga Kecamatan Banyuanyar merasa tersiksa sekali dengan kondisi ini. Gak terhitung berapa warga yang mengeluhkan kondisi tersebut. Perekonomian warga menjadi terhambat. Harus ada solusi dalam waktu dekat,” kata Slamet Riyadi.

Politisi senior itu berharap PLN bisa temukan solusi terbaik. Apakah nantinya ada penambahan daya pada jaringan di 2 kecamatan itu. Atau bahkan melakukan pemindahan area layanan (service area) dari PLN Rayon Probolinggo ke PLN Unit Pelayanan Jaringan Kraksaan.

“Misalnya dengan menambah pasokan dayanya atau layanannya dipindah. Karena dari hasil pengamatan kami, layanan dari Probolinggo sangat lambat, berbeda dengan di Kraksaan. Itu yang dirasakan masyarakat,” ujar anggota dewan 3 periode tersebut.

Bambang Robianto dari Fraksi Golkar, mengungkapkan, pemadaman tidak hanya berada di dua kecamatan yang dicatatkan, melainkan juga di Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan.

“Apalagi saat ini menjelang musim penghujan. Masa dimana gangguan aliran listrik sering terjadi. Bagaimana kesiapan mereka untuk mengantisipasi gangguan itu, agar pemadaman listrik bisa diminimalkan,” sambung Bambang Robianto.

Sementara itu, Wakil Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko, mengaku sudah menghubungi pihak PLN. Dalam waktu dekat akan digelar ngopi bareng dengan pejabat perusahaan plat merah itu.

“Sudah kami hubungi, sudah dipanggil. Ya segera gak pake lama. Harus ada solusi kongkrit terhadap masalah ini,” katanya singkat. (saw/saw)