Trauma Mulai Hilang, Siswa SDN Gentong Siap Belajar Kembali

236

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kondisi mental siswa SDN Gentong 1, Kota Pasuruan pasca ambruknya atap mulai membaik. Rencananya proses belajar mengajar akan kembali dimulai pada Kamis esok.

Pasca ambruknya atap 4 kelas SDN Gentong, ratusan siswa mendapatkan pendampingan trauma healing. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan rasa takut siswa setelah kejadian tersebut.

Amin Jakfar, Kepala Bidang Tenaga Pendidik, Dinas Pendidikan Kota Pasuruan mengungkapkan, kegiatan trauma healing akan segera diakhiri.

“Kami akan melihatnya besok (Rabu, red). Tapi untuk saat ini keadaan mereka sudah 90% siap belajar,” ungkap Jakfar, Selasa (12/11/2019).

Itu berarti jadwal trauma healing bakal maju 3 hari. Ini lantaran sebelumnya Disdik memprediksi proses pemulihan mental anak didik bakal berjalan hingga akhir pekan, atau Sabtu mendatang.

Setelah kondisi dinyatakan membaik, maka siswa-siswi SDN Gentong bakal beraktivitas seperti sediakala. Bedanya, mereka harus belajar di Madrasah Diniyah Al-Islamiyah dengan menerapkan sistem pergantian kelas karena terbatasnya fasilitas.

“Nanti kelas 1,2,3 masuk pagi. Kelas 4,5,6 masuk siang,” jelasnya.

Namun, jika masih ada siswa yang belum siap menerima pelajaran, Disdik bakal mendatangkan Psikolog di sesi trauma healing berikutnya.

“Setidaknya ada 3 siswa yang masih alami trauma. Mereka akan mendapatkan pendampingan dari psikolog,” lanjut Jakfar.

Ketiganya merupakan korban luka yang sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Dr Soedarsono, Kota Pasuruan. Salah satunya Dina Hilda yang mengalami patah tulang jari kaki kanan.

Meski sudah dinyatakan pulih, namun rasa takut masih menjalar di hati Hilda. Ia kemudian mulai melakukan pemulihan trauma pada sesi hari ini.

Berbeda dengan Hilda, salah seorang korban atap ambruk, Aisyah Alkaf mengaku sudah tidak trauma dengan kejadian pada pekan lalu. Siswa kelas 2 ini senang setelah mendapatkan berbagai kegiatan hiburan.

“Sudah siap masuk sekolah lagi,” ujarnya dengan ceria.

Aisyah menjadi salah satu siswa yang mengaku tidak takut bersekolah. Ia terlihat bergurau dengan teman-temannya saat trauma healing berlangsung.

“Seneng bisa ketemu sama teman-teman,” pungkasnya. (trn/may)