AKD DPRD Kota Pasuruan Belum Terbentuk

379
Suasana Pelantikan Pimpinan definitif DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/9/2019). Foto: dokumen

Pasuruan (WartaBromo.com) – Alat kelengkapan berupa komisi di DPRD Kota Pasuruan belum terbentuk. Tarik ulur komposisi hingga jumlah masing-masing komisi menjadi alasan.

Alat kelengkapan dewan (AKD) bersifat tetap itu seharusnya telah disusun, setidaknya sejak awal dilantiknya pimpinan dewan beberapa waktu lalu.

Namun, hal itu tak segera terbentuk lantaran masih terdapat tarik ulur penempatan anggota dari masing-masing fraksi di dewan kota ini.

Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan kepada WartaBromo mengakui, soal pendistribusian anggota dari tiap fraksi, sampai saat ini menjadi hambatan.

Karuan saja, komposisi Komisi I, II, dan III untuk dewan Kota Pasuruan, belum juga terbentuk.

“Pendistribusian (anggota fraksi) tidak bisa seimbang,” terang Ismail via seluler, Selasa (12/11/2019).

Digambarkan, Fraksi Kebangkitan Bangsa, misalnya, menginginkan ada 3 anggotanya berada di Komisi I, selanjutnya masing-masing 2 untuk mengisi Komisi II dan III.

Kemudian ada fraksi gabungan Hanura-Nasdem-PDI Perjuangan, menginginkan 2 anggota berada di Komisi I, sedang 1 anggota di Komisi II, dan 2 anggota berharap berada di Komisi III.

“Jadi PKB dan Golkar, kemudian HNP (Hanura-Nasdem-PDIP), itu beda-beda,” imbuhnya.

Buntut dari keinginan masing-masing fraksi itu, muncul komposisi tak berimbang, terutama pada persoalan jumlah anggota komisi. Beberapa komisi berjumlah lebih dari 10, sedangkan lainnya berjumlah 9.

Meski demikian, Ismail meyakini, dalam kurun sepekan ini, urusan membentuk alat kelengkapan dewan ini bakal final terbentuk.

“Satu minggu ke depan, Insyaallah selesai,” tandas Ismail.

Sekedar diketahui, pimpinan definitif DPRD Kota Pasuruan untuk masa bakti 2019-2024 sudah dilantik pada Jumat (20/9/2019).

Terdapat tiga pimpinan telah ditetapkan, di antaranya Ismail Marzuki Hasan menjadi ketua.

Kemudian dua nama menjadi pendamping Ketua PKB Kota Pasuruan itu, masing-masing Dedy Tjahyo Poernomo (Partai Golkar) dan Farid Misbah (Partai Hanura). (ono/ono)