Usai Dioperasi, Dua Korban SD Gentong Akhirnya Pulang

452
Abdul Mukti, korban atap ambruk saat dikunjungi di kediamannya.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Dua siswa yang menjadi korban atap ambruk di SDN Gentong akhirnya diperbolehkan pulang. Kondisi keduanya dilaporkan membaik usai sempat menjalani operasi.

Kedua korban dimaksud adalah Abdul Mukti dan Dina Hilda. Mereka sempat menjalani operasi bedah tulang di RSUD Soedarsono akibat tertimpa reruntuhan saat atap kelas ambruk, Selasa (5/11/2011) lalu.

“Kondisinya sudah membaik. Jadi, korban yang sebelumnya rawat inap sudah pulang. Cuma masih ada yang rawat jalan,” kata Humas RS. Soedarsono, Dyah Luciana kepada WartaBromo.

Menurut Lucy, sapaan akrabnya, Hilda pulang pada Rabu (6/11/2019). Sedangkan Mukti pada Jumat (8/11/2019). Mukti menjalani perawatan lebih lama karena lukanya yang memang lebih parah.

Senin (11/11/2019), WartaBromo menyempatkan berkunjung ke rumah keduanya. Saat itu, Dina terlihat tidur usai kontrol ke rumah sakit. Solikin, ayah korban mengatakan, peristiwa malang itu begitu membekas di benak putrinya.

“Terkadang tiba-tiba bangun di malam hari, nangis kayak ketakutan,” kata Solikin. Sang putri, kata Solikin masih syok berat atas peristiwa itu.

Dina Hilda, korban atap ambruk saat dikunjungi di kediamannya.

Lain halnya dengan Abdul Mukti, ia mengaku sudah tidak ada trauma lagi. Malahan, ia tidak sabar untuk sembuh. “Pingin main bola,” kata Mukti.

Siswa yang paling terakhir pulang dari rumah sakit ini malah tertawa renyah dan bercanda saat wartabromo mengunjungi di kediamannya.

Dua orang siswa ini tercatat sebagai 11 korban yang tertimpa reruntuhan saat SD Negeri Gentong, Kota Pasuruan ambruk pada Selasa (5/11/2019) lalu. Selain menyebabkan korban luka, peristiwa itu juga mengakibatkan dua nyawa melayang. (trn/asd)