Cegah Radikalisme, Kemenag Rombak Buku Pelajaran Agama Islam

447

Jakarta (WartaBromo.com) – Kementerian Agama (Kemenag) RI merombak buku pelajaran agama Islam di Indonesia. Perombakan ini untuk mencegah peredaran radikalisme dan intoleransi di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Kamaruddin Amin.

Setidaknya ada 155 judul buku pelajaran agama Islam yang mengalami perombakan. Buku ini merupakan literatur yang digunakan di kelas 1 SD hingga 12 SMA.

“Jadi upaya kita dalam penulisan buku ini tidak hanya yang kontennya berpotensi radikal, tapi juga konten-konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan di antara umat Islam,” jelasnya dinukil dari CNN.

Salah satu konten buku agama yang mengalami perombakan yakni mengenai sistem khilafah. Konten ini diklaim rentan salah makna.

“Khilafah itu kan bisa disalahpahami oleh anak-anak kita, oleh guru-guru kita juga bisa salah paham kalau tidak dijelaskan secara baik. Khilafah itu kan pernah ada dalam sejarah Islam sampai runtuhnya Turki Usmani kan, pada tahun 1923,” tambahbya.

Sistem khilafah ini kata Amin memang harus dijelaskan karena ada dalam sejarah. Namun, tak bisa serta merta diterapkan di Indonesia saat ini.

Selain persoalan khilafah, ada beberapa konten yang menurut Kemenag juga perlu untuk diluruskan supaya tak jadi persoalan di masyarakat. Seperti tahlil yang memiliki berbagai makna berbeda di beberapa madzhab.

“Jadi upaya kita dalam penulisan buku ini tidak hanya yang kontennya berpotensi radikal, tapi juga konten-konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan di antara umat Islam,” lanjut Amin.

Rencananya, perombakan buku bakal selesai pada Desember ini. Setelah itu, buku pelajaran agama Islam ini bakal dilaunching oleh Menteri Agama. Baru bisa digunakan di sekolah-sekolah baik dalam naungan Kemenag maupun Kemendikbud.

“Insyaallah tahun depan sudah bisa dipakai. Mudah-mudahan semua lancar karena ya cukup banyak dan juga bukan pekerjaan ringan juga,” pungkasnya.(may/ono)