Pasuruan (Wartabromo.com) – Menjadi seorang Ibu bukan perkara mudah. Berbagai hal dilakukan untuk keluarga, bahkan sampai menyita waktu istirahat hanya demi mengurus segala keperluan.
Meski memiliki tanggung jawab yang cukup banyak, Ibu juga perlu lho sesekali jalan-jalan, ngopi, belanja atau hal lain yang menyenangkan hati. Dikutip dari hipwee, ada beberapa alasan mengapa Ibu juga perlu me time:
1. Mengurangi Stress
Setiap hari, Ibu telah kehilangan banyak waktu untuk meredam stress. Nah, jika dibiarkan bisa berujung depresi lho.
Mengambil me time sejenak untuk meluapkan emosi seperti menulis, atau melepaskannya dengan melakukan perawatan dapat mengurangi dampak bahaya terlalu stress.
2. Agar Suami dan Anak Tak Menjadi Pelampiasan Amarah
Terkadang, ketika tenaga dan pikiran mulai terkuras, emosi menjadi kurang stabil. Hal ini memungkinkan suami menjadi sasaran amarah. Meskipun hanya karena hal sepele.
Tak hanya suami, si kecil yang belum mengerti apa-apa juga bisa jadi korban ketika sedang emosi. Seperti tingkah anak terlihat menyebalkan, susah diatur, sedangkan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sang ibu.
Jika sudah begitu, hubungan rumah tangga menjadi taruhannya. Mulanya adem ayem bisa jadi tidak nyaman. Maka dari itu, saling berbagi cerita dengan suami bisa menjadi pilihan. Selain menjalin komunkasi, masalah juga bisa terselesaikan, anak juga bisa merasakan kehangatan keluarga.
3. Agar Tak Mengalami Trauma
Sering merasa menderita dan stress berkepanjangan, hingga membayangkan hal itu terjadi seumur hidup, akan membuat seorang Ibu menyesal. Ibu akan merasa kebebasannya telah direnggut. Hal yang paling buruk, entah kepada pasangan atau kepada pernikahan itu sendiri, penyesalan bisa tiba-tiba datang.
Me time itu butuh lho, meskipun hanya sekedar melakukan hobi. Bukan egois kok. Melakukan hobi bisa membuat mood membaik. Sama halnya, ketika hanya bisa menyisihkan waktu 2-3 jam untuk bersenang-senang bersama sahabat tanpa gangguan.
Sekali lagi, ini bukan egois, tapi ibu juga butuh aktualisasi diri sebagai sosok independen, dapat menikmati hidup dan rehat sejenak dari pekerjaan rumah tangga yang seolah tak ada habisnya. Suami yang sayang istri, pasti akan bisa memahami kebutuhan ini.
Keluarga memang prioritas, tetapi bukan berarti 24 jam full seminggu berkutat dengan pekerjaan rumah. Rehat sejenak juga diperlukan. Komunikasi dengan pasangan, bicara baik-baik. Ingat, hanya ada satu ‘dirimu’ yang perlu dijaga dan tak ada gantinya.
Siapa lagi yang bisa menyayangi dan paling paham kebutuhanmu selain dirimu sendiri? (bel/may)