Lare Tengger Hendak Diperkosa Saat Karnaval HUT RI

6556

Probolinggo (wartabromo.com) – SN (16), seorang lare Tengger menjadi korban pencabulan saat melihat karnaval HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Dengan modus diantar ke rumah usai menonton keramaian.

Peristiwa pencabulan iti terjadi Senin (26/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, SN melihat festival perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang digelar desanya. Usai itu, ia bertemu dengan TAP (18) dan WN (17), warga sesama kampung.

Tanpa curiga ia, iapun mengiyakan tawaran kedua remaja itu untuk mengantarkannya pulang. Dengan menggunakan sepeda motor, ketiganya berboncengan menuju rumah SN. Bukannya mengarah pulang, nyatanya sepeda motor tersebut kemudian dihentikan oleh TAP. Alasannya untuk mengambil sandal yang terjatuh.

“Ternyata saat berhenti, kedua pelaku lantas memegang korban. TAP kemudian meremas-remas payudara SN. Hal itu diikuti oleh pelaku WN. Mereka kemudiab bergantian melakukan,” kata Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP. Riyanto, Jumat (30/8/2019).

Di dekat gedung sekolah itu, para pelaku juga berusaha membuka celana korban. Upaya paksa membuka celana itu, diikuti dengan membekap mulut korban.

“Korban melawan dan berhasil melarikan diri dan pulanv ke rumahnya,” kata mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota ini.

Peristiwa itu, kemudian dilaporkan ke orangtuanya oleh SN pada esok harinya. Laporan itu, lantas dilaporkan ke polisi. “Anggota yang bekerja sama dengan keluarga korban memancing pelaku. Hingga akhirnya kami berhasil mengamankan keduanya,” ungkap Riyanto.

“Awalnya bilang cuma mau nganterkan pulang, tapi malah seperti itu. Untung saja saya bisa lari,” terang SN saat ditemui di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo. (cho/saw)