Pasuruan (wartabromo.com) – Sayur kol, salah satu jenis sayur dengan dengan antioksidan tinggi yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas, termasuk penyebab kanker. Tetapi, kol juga dapat memicu kanker jika cara mengolahnya dengan digoreng.
Nah loh, gimana tuh? Bisa mencegah kanker tetapi juga bisa memicu kanker.
Dr. Ali Khomsan, Guru besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB, menjelaskan, kol merupakan sayuran antikanker, dan kaya serat. Kol juga boleh diolah dengan berbagai cara, salah satunya digoreng.
“Kalau mau digoreng, boleh-boleh saja, asal cara masaknya harus diperhatikan,” ujar Ali dinukil dari kumparan.com.
Ya, cara memasak kol goreng memang harus benar-benar diperhatikan. Pasalnya, kol goreng menyerap minyak berlebih. Apalagi jika menggorengnya terlalu lama, akan merangsang munculnya senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik (sel pemicu kanker).
Sudah bukan rahasia lagi, jika memasak apapun dengan cara digoreng pasti mengandung kalori tinggi. Sebab, minyak goreng mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang dapat menggangu kesehatan. Diantaranya, obesitas hingga serangan jantung.
Menurut Ali ada hal lain juga yang perku diperhatikan ketika ingin mengkonsumsi kol goreng, yakni menghindari penggunaan minyak jelantah. Bahkan pada percobaan hewan, menggoreng menggunakan minyak ini dapat memicu tumor.
Pada dasarnya, menggoreng sayuran memang dapat mengurangi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Terlebih, ketika digoreng dengan suhu tinggi.
Begitu pula sayur kol, yang mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Juga polifenol dan senyawa sulfur, serta vitamin C, yang mampu memberikan proteksi ganda bagi penyakit mematikan tersebut. (bel/may)