Gagal Panen Jadi Penyebab “Pedasnya” Harga Cabai di Probolinggo

658

Probolinggo (Wartabromo.com) – Harga cabai di Probolinggo tembus angka Rp 80 ribu per kilogramnya. Kenaikan yang mencekik ini diduga karena petani mengalami gagal panen.

Kenaikan cabai ini terpantau terjadi sudah sebulan terakhir. Harga cabai merangkak naik secara bertahap. Pada awal Juli lalu, harga cabai per kilogramnya masih di angka Rp 40 ribu, dari yang sebelumnya Rp 10 – 14 ribu per kilogram.

“Sekarang sudah Rp 80 ribu, padahal kemarin masih Rp 70 ribu perkilogram. Kami harap ada campur tangan dari pemerintah, agar harga kembali normal,” keluh pembeli cabe, Mince, Senin (15/7/2019).

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Wonoasih, M. Arif Billah mengungkapkan jika kenaikan harga cabai ini terjadi sejak awal musim kemarau. Cuaca yang kurang bersahabat dengan cabai membuat para petani gagal panen.

“Ketersediaan di pasaran kurang, mungkin karena gagal panen di tingkat petani itu,” ungkapnya.

Warga pun berharap harga cabai kembali normal. Ini lantaran cabai masuk dalam kebutuhan pokok warga.

Selain di Probolinggo, di Lumajang juga terjadi kenaikan harga cabai. Bahan pembuat sambel ini merangkak naik sampai Rp 70 ribu per kilogramnya. Warga pun menjerit dengan kenaikan ini.

“Iya sudah mahal, cabainya muda-muda. Jadinya ya gak pedas,” ujar Aliyah, salah satu konsumen cabai.

Harga di Pasaran ini rupanya belum terpantau di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok di Jawa Timur. Pasalnya dalam website disebut bahwa harga cabai di Lumajang dan Kabupaten Probolinggo masih di angka Rp 60 ribu. Sementara di Kota Probolinggo berada di angka Rp 68ribu per kilogram. (lai/may)