Geger Penemuan Mayat Perempuan di Pesisir Probolinggo

15357

Probolinggo (wartabromo.com) – Warga Dusun Keramat, Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, geger. Seorang perempuan ditemukan tewas mengambang di laut.

Perempuan tersebut adalah Uswatun Hasanah (62), warga Dusun Kabe, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar. Korban sebelumnya diketahui sedang bertamu ke salah satu sanak keluarga di desa Pesisir.

“Betul, ada warga saya yang melaporkan adanya penemuan mayat di tengah laut. Ditemukan mengambang dalam posisi telungkup. Kemudian laporan itu saya teruskan ke Polsek untuk segera ditindak lanjuti. Oleh polisi, diminta untuk diikat terlebih dahulu agar tidak dibawa arus. Tapi oleh nelayan dibawa ke pantai,” tutur Kepala Desa Pesisir, Sanemo, Minggu (30/6/2019).

Sanemo menuturkan, mayat itu pertama kali ditemukan oleh Helmi, salah satu warga Dusun Kramat, Desa Pesisir, sekitar pukul 11.45 WIB. Jarak lokasi ditemukannya jenazah sekitar 2 kilometer dari bibir pantai Desa Pesisir. “Saat dievakuasi, terdapat darah yang mengalir di pelipis korban. Diperkirakan karena terbentur tiang-tiang bagan ikan di tengah laut,” terangnya.

Mendapat laporan, polisi bersama anggota Koramil, dan Puskesmas Gending mendatangi lolasi kejadian. Ada juga tim Inafis Polres Probolinggo yang ke TKP. Setelah melakukan pemeriksaan sementara, jenazah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Mayat berjenis kelamin perempuan ini, tidak membawa identitas diri.

“Kemudian tim identifikasi melakukan pengecekan dengan menggunakan IPS (Indentifkasi Personal Sistem) ditemukan identitas jenazah tersebut di atas. Selang beberapa menit kemudian keluarga korban datang mengaku sebagai anak kandungnya,” kata Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP. Riyanto.

Berdasarkan keterangan Abdul Ghofur (30), ibunya meminta diantar ke salah satu kerabatnya pada Sabtu (29/06/2019) malam. Uswatun diantar oleh menantunya yaitu Lukman Hakim. Saat di rumah kerabat itu, Uswatun kemudian menghilang, hingga akhirnya ditemukan menjadi mayat oleh nelayan Pesisir.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda dianiaya. Berdasarkan keterangan putranya, korban mempunyai riwayat sakit stres (depresi) dan sudah 2 tahun lamanya. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka untuk persiapaan proses pemakaman,” tandaa Riyanto. (cho/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.