Lari Demi Khofifah, Agus Sempat Dikira Bawa Bom

2072
“Banyak kejadian unik dan tak bisa dilupakan selama perjalanan saya jogging dari Pasuruan ke Surabaya, mulai ngobrol sama orang gila hingga sempat dikira membawa bom rakitan,”

Laporan: Ardiana Putri

AGUS SALIM, pemuda asal Kelurahan Panggungrejo, Kota Pasuruan, jogging dari Pasuruan ke Surabaya, menunaikan nazarnya bertemu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dilakukan sepekan lalu, tepatnya Jumat (14/6/2019).

Terhitung sehari semalam, Agus jogging dari Pasuruan ke Surabaya. Selama itu pula, berbagai cerita unik ditemui pemuda asli Panggungrejo itu. Mulai ngobrol sama orang gila hingga sempat dikira membawa bom rakitan.

Pemuda lulusan SMA Shalahuddin itupun bercerita, saat dirinya baru tiba di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Agus disapa orang yang dikiranya gila. Ia sempat ngobrol bahkan didoakan oleh orang tersebut.

“Orang-orang mengira dia gila, penampilannya pun seperti orang kurang waras tapi saya ngobrol banyak dengan dia, bahkan saya didoakan. Di situ saya merasa bersyukur sekali dan saya mengamini,” ungkap Agus.

Tak hanya sampai di situ, saat berada di Polsek Waru, Kabupaten Sidoarjo, pemuda 22 tahun ini, sempat dikira membawa bom rakitan. Rupanya, benda mirip bom rakitan itu sebuah powerbank milik kakaknya.

“Memang powerbank yang saya bawa bentuknya agak aneh, karena hasil modifikasi, itu milik kakak saya,” ungkapnya sambil tertawa.

Beberapa cerita yang ditemui saat perjalanan itu, untungnya tak menghambat misi utama Agus, bertemu orang nomor 1 di Jatim. Akhirnya Agus berhasil bertemu Khofifah setelah sehari semalam berlari .

Seperti yang telah diketahui, Agus bernazar menemui Khofifah untuk mengucapkan selamat karena terpilih memimpin Jatim. Namun tak banyak yang tahu, Agus juga sempat melantunkan lagu selawat yang ia hadiahkan khusus untuk Khofifah.

“Karena Beliau suka lagu Ya Maulana, akhirnya saya nyanyi untuk Bu Khofifah walaupun sangat gugup, tapi Alhamdulilah Ibu suka,” aku Agus.

Agus mengaku tak berbekal persiapan khusus saat jogging dari Pasuruan ke Surabaya, karena ia memang memiliki hobi lari. Selain itu, Agus lari sambil berselawat. Menurutnya, berselawat di hari Jumat dipercaya dapat mengabulkan doa-doanya.

Baginya, bertemu Khofifah tak sekadar menggugurkan kewajiban menunaikan nazar. Lebih dari itu ia berharap, Jawa Timur semakin makmur di tangan Khofifah.

Satu lagi misi yang akan ditunaikan Agus Salim. Saat ini ia terus berlatih untuk mempersiapkan diri, yakni mengikuti kompetisi lari dunia untuk mengharumkan nama daerahnya. (*)