Pasuruan (wartabromo.com) – Pelaku rudapaksa NS (15), warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang tak lain ayah tirinya dikabarkan kabur. Polisi masih mencari terduga pelaku, yang diperkirakan berada di luar kota.
Hal ini terungkap setelah unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Satreskrim Polres Pasuruan Kota melakukan penyelidikan terhadap perkara ini.
Hingga Rabu, (6/3/2019), MS (50) yang merupakan ayah tiri NS, sehari-hari bekerja sebagai penjahit di areal Pasar Poncol, Kota Pasuruan tersebut belum ditangkap. Itu karena, sampai saat ini Keberadaannya masih dideteksi.
Pengejaran dilakukan setelah sebelumnya pihak keluarga dan yayasan sekolah dengan didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pasuruan telah memasukkan laporan perkara pada Kamis, (28/2/2019).
Meski demikian, hingga saat ini, MS sang ayah tiri korban masih berstatus terlapor dan belum dinaikkan sebagai tersangka.
“Status MS masih terlapor, dan terus kami lakukan upaya pengejaran untuk menghimpun keterangan untuk kelengkapan bukti. Ia diketahui sengaja pergi ke luar kota,” ungkap Ipda Suwondo, Kanit Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan Kota kepada Wartabromo, Rabu, (6/3/2019).
Sebelumnya, Satreskrim Polres Pasuruan Kota telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, pihak kepolisian tidak menemukan bukti lantaran peristiwa rudapaksa tersebut telah lampau terjadi, sekitar 4 hingga 5 bulan yang lalu.
“Olah TKP sudah dilakukan walaupun hasilnya nihil, namun kami masih berupaya untuk mendalami kasus ini,” imbuh Ipda Suwondo.
Seperti diwartakan sebelumnya, NS yang juga merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) hamil dan usia kandungannya telah mencapai tiga bulan. Kehamilannya ini, diduga lantaran perbuatan ayah tirinya.
Kecurigaan bermula saat ibu kandung NS mengetahui perubahan fisik sang anak. Prasangka itu bertambah kuat saat sekitar tiga bulan yang lalu, dirinya memergoki sang anak bertindak tak wajar di kamarnya.
Ibu NS yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci ini menceritakan, saat itu ia pulang bekerja, sempat terkejut melihat anaknya yang berada di kamar dan tengah terburu-buru membenahi pakaiannya.
Tak mendapat jawaban, sang ibu kemudian mencoba memeriksanya. Benar saja, saat itu, terlihat ada cairan seperti sisa persetubuhan. (ptr/ono)