Satu Keluarga Disasak Truk di Jalanraya Jorongan, Ayah-Anak Tewas

772

Probolinggo (wartabromo.com) – Satu keluarga terlibat kecelakaan maut di jalan raya Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa (24/04/2018). Dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk itu, mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

Kecelakaan tragis itu melibatkan Dwi Abdul Rohman (28), warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo bersama istri dan 2 anaknya, yakni Mega Purnama (24), Denana Najwa Maulidia (5), dan Denia Monica Ardilla (3). Denana meninggal dunia di lokasi kecelakaan, sementara Rohman tak tertolong, saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kecelakaan bermula ketika Rohman berboncengan dengan istri dan 2 anaknya, mengendarai motor Honda Beat hitam bernopol N-4359-SFN, melaju dari arah selatan menuju utara. Sesampainya di lokasi kejadian, korban berusaha menyalip truk di depannya. Namun diduga kurang konsentrasi, motor korban kemudian tersenggol pikap bernopol N-8035-NC, dikemudikan Abduk Malik yang melaju dari arah berlawanan.

Akibatnya, motor korban oleng ke kiri dan terjatuh. Disaat bersamaan melaju dump truk bernopol N-9799-UR, dikemudikan Mistari, melaju searah dengan korban. Jarak yang dekat membuat Mistari tak sempat membelokkan kemudi truk untuk menghindari korban.

Korban bernama Denana, langsung terlindas ban dump truk sehingga tewas seketika. Sedangkan Rohman dan Denia mengalami luka-luka serius dan langsung dibawa ke RSUD Moch Saleh kota Probolinggo, untuk mendapatkan perawatan. Sementara korban Mega, hanya mengalami luka ringan. Namun, setelah menjalani perawatan medis, Rohman akhirnya menyusul putri tercintanya, tak mampu diselamatkan.

Tosan, sepupu korban Rohman, menduga saudaranya itu kecapean dan mengantuk saat mengendarai sepeda motor. Sehingga tidak konsentrasi mengendarai motornya. “Mungkin Rohman ngantuk tapi dipaksakan sebab semalam ia piket malam di tempat kerjanya,” tutur Tosan.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo, Ipda I Nyoman Harayasa mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kejadian yang menewaskan satu korban itu. Pihaknya juga telah mengamankan sopir truk berikut barang bukti kendaraan.

“Keluarga korban meninggal sempat enggan dibawa ke rumah sakit, karena kurang paham. Padahal itu mempermudah proses jasa raharja. Kami pun inisiatif membujuk, dan akhirnya mau dibawa ke kamar mayat untuk diotopsi. Sekarang masih kita dalami kejadian ini,” terang mantan KBO Satlantas Polres Probolinggo ini. (fng/saw)