Napi Teroris Diduga Bikin Bom Rakitan di Dalam Lapas Pasuruan

652

Purworejo (wartabromo.com) – Galih Aji Satria, pria kelahiran Trenggalek tahun 1980, terpidana terorisme yang dititipkan di Lembaga Pemasyarakan Kota Pasuruan sejak tanggal 18 Mei 2016 lalu berulah dan bikin heboh petugas Lapas setempat. Pasalnya, Galih, diduga kedapatan sedang merakit sesuatu yang diduga peledak di dalam kamar tahanannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartabromo.com, kejadian berawal dari kecurigaan salah satu petugas Lapas, Irwan, yang hendak menjalankan sholat isya’ di masjid setempat, Kamis (5/1/2017) malam. Ia kemudian berbelok ke kamar tahanan Galih dan menegurnya lantaran sejak hari raya idul adha ia tidak pernah sholat bersama seperti biasanya.Ketika ditegur itulah, Irwan melihat barang mencurigakan dalam kamarnya sehingga nyaris terjadi kegaduhan antara keduanya.

Kasat Reskrim Polres Kota Pasuruan, AKP Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa barang yang di sita dari dalam kamar Galih menyerupai rakitan peledak yang baru 30 persen dibuat.

IMG-20170106-WA0059

“Sepertinya (bom) rakitan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Masih kita dalami,” terang AKP. Riyanto saat dikonfirmasi, Jumat (6/1/2017).

Paska kejadian tersebut, anggota Reskrim dan Densus 88 Polda Jawa Timur datang ke Lapas Kota Pasuruan kemudian menyita 3 lembar karton dan matras yang di gulung memanjang, 1 charger HP yang sudah dipreteli, 1 charger HP yang menancap di kardus bersama dengan piranti elektronik, 1 rol kawat spul, 1 buah pisau cutter, 1 HP merek Cross, dan 1 android HP merek samsung.

Atas kejadian tersebut, kini pihak kepolisian masih mendalami aksi kegiatan yang dilakukan oleh galih, yang disinyalir sedang berusaha merakit sesuatu di dalam Lapas kelas II B Kota Pasuruan. (har/yog)