Aktivitas Gunung Bromo Cenderung Meningkat

696

Sukapura (wartabromo) – Aktivitas seismik Gunung Bromo, Jawa Timur, Selasa (17/11/2015) pagi, cenderung meningkat.

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi Metigasi dan Bencana Geologi (PVMBG)  pos pantau Gunung Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mengeluarkan asap cenderung pekat.

Asap pekat ini dengan ketinggian 50 – 100 meter dan status masih pada level waspada. Sementara, gempa tremor  terus menerus  0.5  hingga 7 milimeter dan didominasi  5 milimeter.

Hembusan asap bercampur belerang masih terjadi dan mengarah  barat cenderung ke utara atau mengarah ke pemukiman warga. Hembusan abu vulkanik juga masih keluar, namun hembusan berkekuatan sedang, sehingga asap belerang hanya di sekitar caldera atau lautan pasir.

“Kalau seismik masih fluktuatif secara umum meningkat. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait, terkait rencana evakuasi kalau terjadi erupsi,” ujar Kepala PVMBG Pos Pantau Gunung Bromo Ahmad Subhan.

Aktifitas Gunung Bromo yang meningkat, membuat sejumlah wisatawan asing tidak berani mendekat ke kawah. Mereka hanya beriwisata disekitar Cemoro Lawang ataupun lautar pasir, berbekal penutup wajah.

“Jika saya pergi ke kawah Bromo ya berbahaya, namun jika hanya di lautan pasir menggunakan masker,” tutur Matheas, turis asal Polandia.

PVMBG menghimbau, agar kawah Gunung Bromo steril dari aktivitas warga dan wisatawan. Karena kandungan belerang yang pekat akan mengganggu pernapasan dan di khawatirkan akan terjadi letusan kecil secara tiba tiba. Jarak aman aktivitas warga dan wisatawan, radius satu kilo meter dari bibir kawah.

Rencananya, siang ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo beserta Polres Probolinggo dan Kodim 0820 Probolinggo akan mendirikan tenda darurat di lapangan Sukapura. (saw/fyd)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.