Kisah Reynaldi, Remaja Sukses Berbisnis Klepon Buah (1)

7153

Namun, hal itu tak membuatnya patah semangat. Ia tetap berusaha dan terus mencoba. Setelah mencari refrensi, dia menemukan bungkus atau kemasan yang cocok untuk klepon buahnya. Dia memakai kardus atau kotak kertas sebagai bungkus.

Kotak kemasan klepon itu ia tempeli stiker merknya di bagian atas. Berbeda dengan kemasan yang sekarang ia pakai. “Dulu logo aku tempel pakai stiker, belum sablon seperti sekarang. Karena pesanan semakin banyak, akhirnya aku pesan kardus khusus,” ujarnya.

Selain menjual ke teman kampusnya, dirinya juga mempunyai strategi supaya klepon buahnya dilirik para konsumen. Caranya, bagi pembeli yang membeli kelpon di toko ibunya, ia masukan satu butir klepon buah miliknya. “Jadi dalaam satu kotak kan ada 9 biji klepon. Yang 8 rasa asli, yang 1 aku ganti dengan klepon buah,” terangnya.

Ternyata strateginya manjur, beberapa pelanggan ibunya yang semula biasa membeli kelpon original, mulai tertarik untuk membeli kelpon buahnya. “Banyak juga yang akhirnya penasaran, dan tertarik untuk membeli,” kata pria berkacamata ini.

Toko klepon buah milik Reynaldi/wartabromo.com

Agar klepon buahnya semakin terkenal, pada 2014 mahasiswa akhir jurusan Fakultas Perikanan ini mencoba mengikuti kompetisi bisnis bidang entrepreneur tingkat mahasiswa yang diselenggarakan Institut Sepuluh November di Surabaya. Dia juga pernah mendapat peringkat enam besar dalam ajang Diplomat Succes Challange pada tahun yang sama.

Ternyata benar, dengan mengikuti kompetisi bisnis, produknya semakin terkenal. Sebab, ada banyak media yang meliput ajang kompetisi wirausaha yang ia ikuti. “Sejak itulah, banyak yang tahu klepon buah saya,” katanya bangga.

Pay menambahkan, masih banyak ide-idenya yang ingin ia wujudkan. Selain membuka cabang toko kelpon buah di malang, dirinya sedang bereksperiman untuk membuat klepon menjadi setengah matang untuk dijual. Sebab kesulitannya, klepon tidak mampu bertahan lebih dari 24 jam. Dengan bahan setengah matang, ia berharap kelpon bisa tahan lama dan bisa dijual ke luar kota.

“Rencanannya aku mau bikin klepon setengah jadi, seperti mie instan. Jadi tinggal rebus aja, sekaligus dengan kelapa parutnya. Trus tutorial cara membuatnya bisa dilihat di youtube,” katanya berangan-angan.

Keinginan lain, dirinya juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi bisnis nasional bidang usaha makana kreatif pada tahun ini.”Aku juga ingin bereksperimen membuat onde-onde menjadi beda. Tapi belum kepikiran mau dibuat seperti apa,” pungkasnya. (Tabloid WartaBromo)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.