Pembuat Arang Dituding Pelaku Pembakaran Hutan Gunung Arjuno

306
Asap masih mengepul dari titik kebakaran, Rabu (16/10)/G Arif Subagyo

Prigen (wartabromo) – Sebelas hektar lahan di Gunung Arjuno-Ringgit ludes terbakar sejak Selasa (15/10). Penyebab kebakaran diduga ulah para pembuat arang.

Kebakaran terjadi di Blok Rangsang Barat, Putuk Lesung, Indrokilo dan Tung Pedot baru padam pukul 03.00 WIB, Rabu (16/10). Puluhan petugas pengamanan hutan (Pamhut) dan masyarakat setempat melakukan pemadaman manual dengan sistem gebyok menggunakan ranting pohon.

“Pembakaran hutan diduga dilakukan para pembuat arang karena di lokasi ditemukan cangkul, sabit, serta alat-alat untuk membuat arang,” kata Kasi Malang-Pasuruan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, Gatot Sundoro, Rabu (16/10/2013).

Hutan Gunung Arjuna-Ringgit ditumbuhi oleh pohon jenis Cemara Gunung, Kesek, Akasia, Suren, dan Kemelina. Pohon tersebut ditebangi kemudian dimasukan ke dalam sebuah lubang, lalu dibakar, hingga menjadi arang.

“Pembuatan arang biasanya dilakukan pada malam hari. Kebakaran diduga karena mereka tak bisa mengendalikan api,” jelas Gatot.

Pekerjaan sebagai pembuat arang sudah dilakoni sebagian masyarakat di sekitar Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit seperti di Desa Jatiarjo dan Dayurejo. Mereka membuat arang sejak puluhan tahun silam bahkan sebelum ada Tahura.

Gatot mengatakan, sebanarnya pihak Tahura sudah sering melakukan sosialisasi kepada masayarakat di sekitar Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit. Selain itu juga sudah dipasang beberapa papan larangan membakar kayu di hutan. Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan.

“Belum ada yang diamankan. Kami akan bekerjasama dengan kepolisian,” ungkapnya.

Kerugian akibat kebakaran hutan tidak ternilai. Selain pohon yang terbakar juga banyak hewan yang mati serta iklim terganggu. Dibutuhkan waktu puluhan tahun mengembalikan hutan seperti sediakala. Untuk menanam pohon hingga tumbuh besar juga tidak mudah. (fyd/fyd)